Kinerja Positif 2025, PT BPR Artha Niaga Solok Siap Ekspansi Pasca Merger
PT BPR Artha Niaga Solok berhasil mempertahankan kinerja yang solid sepanjang tahun buku 2025 dengan mencatatkan pertumbuhan usaha pada level double digit. Capaian ini menjadi fondasi kuat bagi perseroan dalam memasuki fase baru pasca merger di tahun 2026.
Direktur Utama PT BPR Artha Niaga Solok, Dedi Saputra, menyampaikan bahwa hingga 31 Desember 2025, perusahaan berhasil membukukan total aset sebesar Rp29,77 miliar. Selain itu, realisasi penyaluran kredit mencapai Rp23,13 miliar, sementara dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun sebesar Rp12,91 miliar. Perseroan juga mencatat laba bersih usaha sebesar Rp370 juta.
“Capaian ini menjadi modal awal bagi kami untuk menjalani tahun 2026 setelah merger dengan PT BPR MOS Muara Panas,” ujar Dedi Saputra.
Pertumbuhan Aset dan Dana Tetap Terjaga
Berdasarkan hasil audit per 31 Desember 2025, total aset PT BPR Artha Niaga Solok tumbuh sebesar 11,68% secara year on year menjadi Rp29,77 miliar.
Pertumbuhan ini didukung oleh peningkatan dana pihak ketiga, khususnya pada produk tabungan. Hingga akhir tahun 2025:
- Dana pihak ketiga tercatat Rp12,91 miliar
- Tabungan sebesar Rp5,13 miliar (tumbuh 7,85% YoY)
- Deposito sebesar Rp7,78 miliar
Kinerja Kredit dan Pendapatan Tetap Positif
Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit mencapai Rp23,12 miliar. Meskipun pertumbuhan kredit mengalami perlambatan, perseroan tetap mampu menjaga kinerja pendapatan secara optimal.
Pendapatan operasional hingga akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp4,75 miliar, atau tumbuh 12,25% secara year on year, yang terdiri dari:
- Pendapatan bunga sebesar Rp4,57 miliar
- Pendapatan lainnya sebesar Rp644 juta
Strategi Penguatan Melalui Merger
Sebagai bagian dari strategi penguatan fundamental usaha, PT BPR Artha Niaga Solok telah melaksanakan merger dengan PT BPR MOS Muara Panas pada penghujung tahun 2025.
Pemegang saham pengendali, Yunasril Anga, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing perusahaan.
“Merger bukan sekadar penggabungan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat fundamental usaha, memperluas pasar, dan membuka peluang ekspansi yang lebih besar,” ujar Yunasril Anga.
Optimisme Tahun 2026 Pasca Merger
Pasca merger, terjadi peningkatan signifikan pada struktur keuangan perusahaan, antara lain:
- Total aset meningkat menjadi Rp39,73 miliar
- Modal inti minimum mencapai Rp9,59 miliar
- Likuiditas semakin kuat untuk mendukung ekspansi
Tahun 2026 menjadi tahun pertama operasional penuh pasca merger. Manajemen optimis bahwa penguatan likuiditas dan permodalan akan mendorong ekspansi kredit serta pertumbuhan usaha yang lebih agresif.
PT BPR Artha Niaga Solok juga mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memberikan dukungan demi keberlanjutan pertumbuhan dan kontribusi terhadap perekonomian daerah.
